UNDIP Dorong Pemanfaatan AI untuk Penguatan Green Skills dan Kepemimpinan Berkelanjutan
- 10 Februari 2026, 16:53
- By TUNE
- Category: TUNE News
Semarang, 7 Februari 2026 – Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (UNDIP) menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan kegiatan internasional bertajuk “AI for Green Skills Development and Leadership for Sustainability Implementation”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 5 Februari 2026, bertempat di RSG Hall Lantai 2, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, dan menjadi bagian dari proyek internasional Nurture Future Green Leaders (TUNE).
Kegiatan tersebut mengangkat isu strategis terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan green skills serta peran kepemimpinan dalam memastikan keberlanjutan terimplementasi secara nyata di tingkat organisasi. Melalui forum ini, UNDIP mendorong kolaborasi antara teknologi, pendidikan, dan kepemimpinan sebagai respons atas tantangan transisi menuju pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kesadaran keberlanjutan. Menurutnya, integrasi AI dalam pengembangan keterampilan hijau merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan yang semakin menuntut efisiensi, inovasi, dan tanggung jawab lingkungan.
Sesi pertama kegiatan difokuskan pada topik AI for Green Skills Development yang disampaikan oleh Erwin Adriono, S.T., M.T.. Dalam paparannya, Erwin menekankan bahwa AI memiliki potensi besar dalam memperluas akses pembelajaran dan pelatihan keterampilan hijau, khususnya pada sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan teknologi ramah lingkungan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara kritis dan terukur.
Peserta diajak untuk mengkaji berbagai platform pembelajaran berbasis AI serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menutup kesenjangan keterampilan hijau yang spesifik. Evaluasi tidak hanya difokuskan pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada aspek biaya, kesiapan infrastruktur, dan kelayakan implementasi di berbagai konteks organisasi. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan pemanfaatan AI tidak bersifat simbolik, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Sesi berikutnya mengangkat tema Leadership for Sustainability Implementation yang dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.. Pada sesi ini, dibahas secara mendalam peran kepemimpinan strategis dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam kebijakan, tata kelola, dan praktik kelembagaan. Prof. Florentina menekankan bahwa keberlanjutan tidak dapat dicapai hanya melalui inovasi teknologi, tetapi memerlukan komitmen kepemimpinan yang kuat dan konsisten.
Peserta diajak untuk mengevaluasi strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh suatu organisasi serta menilai kesesuaiannya dengan standar global, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs), dan tujuan internal institusi. Diskusi ini menyoroti pentingnya keselarasan antara visi keberlanjutan global dan kebutuhan lokal agar strategi yang diterapkan tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga relevan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan tanpa dipungut biaya. Peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara memperoleh sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi dan komitmen mereka terhadap pengembangan keterampilan hijau dan kepemimpinan berkelanjutan. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai latar belakang akademik dan profesional mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu keberlanjutan berbasis teknologi.
Proyek Nurture Future Green Leaders (TUNE) merupakan program internasional yang didukung pendanaan oleh European Education and Culture Executive Agency (EACEA) melalui Grant Agreement No. 101179744 – ERASMUS-EDU-2024-CBHE. Program ini dirancang untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang mampu menjembatani inovasi teknologi, pengembangan keterampilan hijau, dan kepemimpinan berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, UNDIP menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Integrasi AI, penguatan green skills, dan kepemimpinan strategis diharapkan dapat menjadi fondasi dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika global sekaligus berkontribusi pada pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Memuat...