UNDIP Career Center News

FPP UNDIP Gelar Round Table Discussion untuk Penguatan Kompetensi Hijau dan Berkelanjutan di Sektor Pertanian dan Kehutanan

FPP UNDIP Gelar Round Table Discussion untuk Penguatan Kompetensi Hijau dan Berkelanjutan di Sektor Pertanian dan Kehutanan

Semarang, 2 April 2026 – Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kegiatan Round Table Discussion bertajuk Developing Green and Sustainable Competencies pada Kamis, 2 April 2026, bertempat di Ruang Sidang Senat Gedung F Lantai 1, FPP UNDIP. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek internasional ERASMUS+ Nurture Future Green Leaders (TUNE).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari akademisi, industri, dan pemerintah untuk membahas kebutuhan kompetensi hijau (green competencies) di sektor Agriculture, Forestry, and Land Use (AFOLU). Agenda kegiatan meliputi opening remarks, penyampaian pandangan stakeholder, diskusi interaktif, serta perumusan kesimpulan dan rencana aksi bersama.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber kunci dari lingkungan Universitas Diponegoro, antara lain Sugiharto selaku Dekan FPP UNDIP, F. Kusmiyati sebagai PIC kegiatan TUNE, Sri Sumarsih (Ketua Departemen Peternakan), Ahmad N. Al-Baari (Ketua Departemen Pertanian), Kustopo (Ketua Prodi S1 Agribisnis), Siwi Gayatri (Ketua Prodi S2 Agribisnis), Albertus Fajar Irawan (Sekretaris Prodi S1 Agroekoteknologi), Rudy Hartanto (Ketua Prodi S1 Peternakan), Sutaryo (Ketua Prodi S3 Peternakan), serta Daud Samsudewa (Sekretaris Prodi S1 Peternakan).

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perwakilan dari sektor industri dan pemerintah, yaitu Wiwik Andriyani, Fadila Putri I, dan C. Nur dari Perhutani, Danang Adriansyah dari PT Perkebunan Nusantara VIII, serta Setiyawati, Tri Dwi, dan Irene dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Kehadiran lintas sektor ini memperkaya diskusi dalam menghubungkan kebutuhan dunia kerja dengan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi.

Dalam diskusi, peserta menyoroti transformasi dunia kerja menuju green jobs yang menuntut integrasi antara produktivitas, efisiensi sumber daya, serta pengurangan emisi karbon. Kompetensi yang dibutuhkan mencakup agronomi cerdas, manajemen karbon, pertanian presisi berbasis teknologi, serta pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dan Internet of Things (IoT). Di samping itu, keterampilan kepemimpinan, kolaborasi, dan adaptasi terhadap perubahan menjadi aspek penting dalam menghadapi tantangan global.

Perwakilan industri menegaskan bahwa munculnya peran baru seperti Environmental, Social, and Governance (ESG) analyst, carbon officer, dan sustainable supply chain specialist menuntut lulusan memiliki kombinasi kompetensi teknis, digital, dan keberlanjutan. Sementara itu, pihak pemerintah menekankan pentingnya sinergi kebijakan dan implementasi program untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada ekonomi hijau.

Diskusi ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, serta peningkatan pelatihan berbasis praktik dan sertifikasi keberlanjutan seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta standar global lainnya seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) dan Rainforest Alliance (RA).

Melalui kegiatan ini, UNDIP menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi hijau dan kepemimpinan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan global. Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar dalam pengembangan strategi pendidikan dan kebijakan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Share this article:  
Back to Top
Sedang memproses... Mohon tunggu...
Loading...
Load time: 0.2674 second..